Hari Kamis 20 Nopember 2025 di pendopo kecamatan Gudo dilaksanakan Pembinaan Persatuan dan Kesatuan Bangsa di motori oleh Kasi  Sosial dan Budaya Kecamatan Gudo ( SUTARNI,S.IP) di ikuti oleh  LINMAS, FKDM dan Karang Taruna Desa  sekecamatan Gudo

Kegiatan  Bina Persatuan dan Kesatuan Bangsa  dibuka oleh Sekretaris Camat ( FAIZAL ARIAWAN.HS, S.STP) dengan  Nara Sumber  : AIPDA  IMAM SUBAKTI, S.Psi, M.Psi 

Latar Belakang dilaksanakan Pembinaan Persatuan dan Kesatuan Bangsa adalah

1.       Kecamatan Gudo terdapat berbagai Ras, Suku, Agama dan Budaya dan Politik

2.       Karena semakin lemahnya rasa Nasionalisme, patriotisme justru cenderung ke arah individualisme dan Primordialisme (beranggapan Kelompok Ras,Suku Agama dan Golongannya yang paling istimewa)

3.       Upaya Prevntif  memberikan  edukasi  tentang Multikulturalisme ( Faham tentang adanya perbedaan Suku, Ras, Agama Adat budaya dan Golongan) untuk persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam  paparannya nara sumber banyak mengutip tentang ayat Alqur’an terutama Surat Al-Hujurat  ayat  13  yang menjelaskan bahwa Alloh menciptakan manusia laki-laki dan perempuan dan menjadikan manusia berbangsa bangsa bersuku suku supaya saling mengenal. Sesunggungya manusia yang paling mulia di sisi Alloh adalah orang yang paling taqwa diantara manusia.

Dijelaskan oleh Nara Sumber Taqwa artinya orang yang  berbuat taat Kepada Tuhan,baik kepada siapun saja tanpa milhat latar belakang Suku Agama Ras dan golongan dan meninggalkan apa yang sudah dilarang oleh Tuhan Yang Maha kuasa.

Kunci  hidup di Negara Indonesia yang Multikultural berbagai Suku Agama Ras dan Golongan  menjadikan indonesia tetap bersatu dalam kuncinya :

1.       Saling mengenal

2.       Saling memahami

3.       Saling menghormati

4.       Saling bekerjasama, saling membantu,tolong menolong, gotong royong tanpa memandang latar belakang  Suku Agama Ras dan golongan.

5.       Berbuat adil  kepada sesama tanpa mandang perbedaan Suku Agama Ras dan golongan

Adil bukan berarti harus sama  yang di dapat oleh setiap orang tetapi adil itu meletakkan  sesuatu sesuai dengan tempatnya Contoknya memberi makan Balita tidak bisa disamakan seperti memberi makan orang dewasa. Tetapi adil itu besa memberikan kepuasan pada hati penerima.  jadi adil itu apabila semua bisa saling menerima dan merasa ihlas dan puas.

Pesan terakhir mari kita ciptakan kerukunan antar sesama demi terciptanya Stabilitas nasional, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia untuk  menuju pembangunan yang lebih baik dan maju.

(Sun Wong Gd)